KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami
dapat menyusun Laporan Praktik
Teknik Penyuluhan Pertanian Laporan ini disusun dan
ditulis dalam rangka melengkapi hasil kegiatan Praktik yang sudah dilaksanakan
di kelompok tani Tani Mukti Desa Pagelaran dan di kelompok tani Tani makmur
Desa Suka Makmur Kecamatan Ciomas
Kabupaten Bogor
Provinsi Jawa Barat.
Pada kesempatan ini
kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen pengajar mata kuliah
teknik penyuluhan pertanian , dan semua Pihak yang telah
membantu dalam pelaksanaan praktik serta dalam penyelesaian laporan ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan
Laporan Praktek ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan dimasa yang akan
datang.
Bogor, 07 Desember 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
PENDAHULUAN ........................................................................... 1
Latar
Belakang ................................................................................. 1
Tujuan
............................................................................................... 4
Manfaat ........................................................................................... 4
Tinjaun Teoritis ......................................................................................... 5
Waktu dan Tempat ........................................................................... 8
Metode Pelaksanaan
...................................................................... 8
Hasil dan Pembahasan......................................................................... 9
Hasil ................................................................................................ 9
Pembahasan
................................................................................. 12
KESIMPULAN
..................................................................................................... 15
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................ 16
Lampiran
I foto kegiatan Praktik
Penyuluhan pertanian di Desa
Pegelaran ............................................................................................................ 17
Lampiran Ii foto kegiatan Praktik
Penyuluhan pertanian di Desa
Suka makmur....................................................................................................... 19
Pendahuluan
Latar Belakang
Metode Penyuluhan
Pertanian adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh
penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara
langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan
inovasi baru. Umumnya pesan terdiri dari sejumlah simbol dan isi pesan inilah
yang memperoleh perlakuan. Bentuk perlakuan tersebut memilih, menata,
menyederhanakan, menyajikan dll. Dilain pihak simbol dapat diartikan kode-kode
yang digunakan pada pesan. Simbol yang mudah diamati dan paling banyak digunakan
yaitu bahasa. Keputusan-keputusan yang dibuat oleh penyuluh pertanian atau
sumber untuk memilih serta menata isi pesan dan simbol yang digunakan pada
pesan dapat dikatakan teknik penyuluhan pertanian. Dilain pihak kegiatan
penyuluhan pertanian terlibat dalam proses belajar mengajar karena penyuluhan
termasuk dalam sistem pendidikan non formal. Sesuai dengan tujuan , proses
belajar mengajar dalam penyuluhan pertanian atau sumber untuk memilih serta
menata isi pesan dan simbol yang digunakan pada pesan dapat dikatakan teknik
penyuluhan pertanian. Dilain pihak kegiatan penyuluhan pertanian terlibat dalam
proses belajar mengajar karena penyuluhan termasuk dalam sistem pendidikan non
formal. Sesuai dengan tujuan , proses belajar mengajar dalam penyuluhan pertanian
menghendaki retensi yang tinggi atau efek yang maksimal. Untuk memperoleh
retensi yang tinggi, setiap audien memerlukan belajar yang berulang. Dengan
demikian teknik penyuluhan pertanian dapat didefinisikan sebagai keputusan
keputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh dalam memilih serta menata
simbul dan isi pesan menentukan pilihan cara dan frekuensi penyampaian pesan
serta menentukan bentuk penyajian pesan.
Berbagai metode penyuluhan
pertanian yang telah dikembangkan oleh Institusi penyuluhan pertanian di
Indonesia sejak ”tempo doeloe” sampai sekarang merupakan khazanah pengetahuan
yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Untuk itu perlu dibahas berbagai
metode penyuluhan pertanian yang pernah diterapkan di Indonesia hingga kini
sebagai bahan acuan bagi para penyuluh pertanian, pengelola penyuluhan
pertanian dan para peneliti serta pihak terkait yang menaruh minat pada
perkembangan dan pengembangan penyuluhan pertanian. Metode penyuluhan pertanian
yang banyak digunakan dalam penyuluhan pertanian di masa lalu, lebih banyak
memperankan penyuluhnya dibanding dengan para petani beserta keluarganya. Maka
sejalan dengan Era Otonomi Daerah, maka metode penyuluhan pertanian yang
digunakan hendaknya lebih banyak memperankan petani beserta keluarganya sedang
para penyuluh pertanian secara berangsur menjadi fasilitator atau hanya sebagai
narasumber. Rendahnya produktivitas disebabkan antara lain karena tingkat
pendidikannya rendah, sehingga untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan
pendidikan yang cocok bagi para petani bukan melalui jalur pendidikan formal di
sekolah, tetapi melalui jalur pendidikan non formal yang bersifat kemitraan,
pemecahan masalah dikelompok, keputusan bersama dengan anggota kelompok,
belajar lewat pengalaman, melakukan, mengalami, dan menemukan sendiri, teori
dan praktek di lapangan,
Ketersediaan pangan dalam
jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan yang tidak
terbantahkan. Hal ini menjadi prioritas pembangunan pertanian nasional dari
waktu ke waktu. Ke depan, setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi
sumberdaya yang dimiliki, termasuk pekarangan, dalam menyediakan pangan bagi
keluarga. Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan
pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL adalah rumah penduduk
yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai
sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan
pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam. Apabila RPL dikembangkan
dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang
memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan
Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Selain itu, KRPL juga mencakup upaya
intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya
(sekolah, rumah ibadah, dan lainnya), lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan
dan pemasaran hasil. Pangan adalah kebutuhan dasar manusia paling utama, karena
itu pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak azasi individu. Pemenuhan pangan
juga sangat penting sebagai komponen
dasar untuk mewujudkan sumber daya
manusia yang berkualitas. Mengingat
pentingnya memenuhi kecukupan pangan, maka setiap negara akan mendahulukan
pembangunan ketahanan pangannya sebagai fondasi
bagi pembangunan sektor-sektor lainnya. Sementara ketahanan pangan merupakan
kondisi terpenuhinya kebutuhan
pangan bagi rumah tangga
yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutu, aman merata dan
terjangkau. Dari pengertian tersebut , perwujudan ketahanan pangan dapat dipahami, terpenuhinya pangan dengan
kondisi ketersedian yang cukup, pangan berasal dari tanaman, ternak, dan ikan
untuk memenuhi kebutuhan atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan meneral serta turunannya.
Serangan OPT pada produksi
padi seringkali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Beragam cara telah
dilakukan untuk mengendalikan keberadaan OPT di lapangan. Sehingga kehadirannya
tidak lagi menimbulkan kerusakan tanaman dan kerugian hasil produksi.
Bermacam-macam teknik telah dikembangkan untuk mengendalikan OPT pada tanaman
padi. Demikian pula untuk mengendalikan serangan hama walang sangit, telah
ditemukan dan dipraktekkan beberapa cara pengendalian yang cukup baik dan
effektif mengendalikan keberadaan walang sangit di lapangan.
Pemilihan beragam cara
yang digunakan untuk mengendalikan walang sangit ini ditujukan untuk
menyelamatkan hasil produksi padi atau gabah dari kerusakan akibat serangan
walang sangit. Secara langsung diharapkan penerapan cara pengendalian walang
sangit dapat mempertahankan jumlah /kuantitas hasil produksi dan secara tidak
langsung diharapkan berbagai cara pengendalian yang diterapkan tesebut dapat
mempertahankan kualitas beras tetap baik dan sehat, terhindar dari grain dis-coloration,
sehingga beras yang dihasilkan tetap padat berisi, bersih, berwarna putih
normal, berbau wangi khas beras dan berasa pahit. Tujuan akhirnya adalah harga
beras tidak jatuh dan kerugian petani secara ekonomis ditekan.
Tujuan
1. Untuk memberikan penyuluhan pertanian
tentang pemanfaatan lahan pekarangan
2. Untuk menambah wawasan para anggota
kelompok tani dalam pemanfaatan lahan pekarangannya.
3. Untuk memberikan penyuluhan pertanian
tentang pengendalian hama walang sangit.
4. Untuk memberikan cara pengendalian
hama walang sangit secara terpadu.
Manfaat
1. Para anggota kelompok tani bisa
memanfaatkan lahan pekarangannya untuk ditanami sayuran.
2. Para anggota kelompok tani mampu
menerapkan teknologi pemanfaatan lahan pekarangannya.
3. Para anggota kelompok tani mau
menerapkan teknologi pengendalian hama walang sangit secara terpadu dengan
menggunakan pestisida nabati.
4. Para anggota kelompok tani dapat
mengetahui siklus serangan hama walang sangit sehingga dalam pengendaliannya
bisa dilakukan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan bahan-bahan
nabati dalam pengendalian serangan hama walang sangit sehingga dapat menjaga
kelestarian lingkungan.
Tinjauan Teoritis
Penyuluahan
pertanian adalah sebagai proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan
upaya perbaikan cara-cara berusha tani demi tercapainya peningkatan pendapatan
dan perbaikan kesejahteraan keluarganya. (Mardikanto 1993), Sedangakan
departemen pertanian (2002) menyatakan bahwa penyuluhan pertanian adalah
pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis
melalui kegiatan non formal dibidang pertanian agar mereka mampu menolong
dirinya sendiri, baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik sehingga
peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka tercapai. Pembangunan pertanian
selalu diindentikkan dengan kegiatan produksi usahatani dan kurang memberi
kesempatan untuk pengembangan produksi hilir sehingga dalam 10 tahun terakhir,
peningkatan produktivitas usahatani di tingkat petani relatif stagnan dan
kapasitas produksi pertanian secara nasional semakin terbatas. Hal ini
disebabkan peningkatan kualitas dan mentalitas sumber daya manusia pertanian
berjalan lambat (Deptan, 2007).
Penyuluh
pertanian adalah salah satu komponen esensial dalam suatu sistem penyuluhan
pertanian. Fungsi dan peran penyuluh pertanian dalam sistem penyuluhan
pertanian, yaitu: (1) memfasilitasi proses pemberdayaan pelaku utama dan pelaku
usaha, (2) mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber
informasi, teknologi, dan sumberdaya lainnya agar mereka dapat mengembangkan
usahanya, (3) meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan
kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha, (4) membantu pelaku utama dan
pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi
yang berdaya saing tinggi, produktif,
menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan, (5) membantu
menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang
dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha, (6) menumbuhkan
kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan,
dan (7) melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian, perikanan dan
kehutanan yang maju dan modern bagi pelaku utama dan pelaku usaha secara
berkelanjutan (Kepmennakertrans No. 29 tahun 2010).
Metode
Penyuluhan Pertanian adalah cara atau
teknik penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui saluran / media
komunikasi oleh penyuluh pertanian kepada
petani beserta keluarganya agar mereka bisa dan membiasakan diri
menggunakan teknologi baru, baik secara langsung ataupun tidak langsung.Tujuan
Membantu dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani beserta
keluarganya agar materi tersebut bisa diterima secara efektif oleh petani dan
bisa menimbulkan perubahan-perubahan perilaku sesuai dengan yang diinginkan.
Prinsip-prinsip metode
penyuluhan,pengembangan untuk berfikir kreatif,lokasi kegiatan petani,keterikatan
dengan lingkungan sosial, keakraban hubungan dengan petani terciptanya
perubahan.
Ceramah
adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Alat
interaksi yang terutama dalam hal ini adalah “berbicara". Dalam ceramahnya
kemungkinan guru menyelipkan pertanyaan pertanyaan, akan tetapi kegiatan
belajar siswa terutama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok pokok
penting, yang dikemukakan oleh guru; bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa
Metode
ceramah merupakan salah satu metode penyuluhan yang dilakukan melalui tutur
kata atau penjelasan lisan oleh penyuluh langsung kepada petani atau sasaran.
Metode ini digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, penjelasan dan atau
uraian tentang suatu teknologi pokok bahasan atau masalah secara lisan.
Diskusi
merupakan pertemuan yang jumlah pesertanya tidak lebih dari 20 orang dan
biasanya diadakan untuk bertukar pendapat mengenai suatu kegiatan yang akan
diselenggarakan untuk mengumpulkan
saran-saran untuk memecahkan masalah yang dihadapi Petani dan Kelompok.
Tujuannya untuk mengajak petani untuk membicarakan dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penerapan
teknologi baru, penyaluran sarana produksi,pemasaran hasil,pengorganisasian
kegiatan kelompok tani dan kelestarian sumberdaya alam.
Metode
tanya jawab adalah suatu cara penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan
mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. Metode ini dimaksudkan untuk meninjau
pelajaran yang lalu agar para murid memusatkan lagi perhatiannya tentang
sejumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran
berikutnya dan untuk merangsang perhatian murid. Metode ini dapat digunakan
sebagai spersepsi, selingan, dan evaluasi. (Drs. Imansjah Ali Pandie; 1984,
79).
Demonstrasi
merupakan suatu metode penyuluhan di lapangan untuk memperlihatkan /
membuktikan secara nyata tentang cara
dan atau hasil penerapan teknologi
pertanian yang telah terbukti menguntungkan bagi petani nelayan. Berdasarkan sasaran yang
akan dicapai demonstrasi dibedakan atas
demostrasi usahatani perorangan (demplot), demonstrasi usahatani kelompok
(demfarm), demonstrasi usahatani gabungan kelompok(dem area). Demonstrasi cara Demonstrasi
ini mempertunjukkan suatu cara kerja baru atau suatu cara lama tetapi dilakukan
dengan lebih baik, misalnya bagaimana cara menanam padi menurut sistem tanam
jajar Legowo, cara melakukan vaksinasi, cara pembuatan pupuk organik (bokasi),
dan sebagainya. Metode demonstrasi cara tidak mempersoalkan mengenai hasilnya,
tetapi bagaimana melakukan suatu cara kerja. Yang perlu diingat bahwa
demonstrasi bukanlah suatu percobaan atau pengujian, tetapi suatu usaha pendidikan
atau percontohan. Untuk kegiatan demonstrasi diperlukan langkah kerja sebagai
berikut: 1) persiapan, 2) pelaksanaan, dan 3) pengakhiran.
Model Kawasan
Rumah Pangan Lestari adalah rumah yang memiliki pekarangan yang cukup untuk
dimanfaatkan secara intensif melalui penanaman tanaman pangan yang produktif
bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan mengacu pada prinsip
ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan, ketiga konservasi
sumberdaya genetik dan upaya lestari melalui kebun bibit. Dengan KPRL
diharapkan pemenuhan kebutuhan pangan terpenuhi bahkan dapat meningkatan
pendapatan dan kesejahteraan keluarga maupun masyarakat. Prinsip dasar KRPL
adalah: (i) pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk
ketahanan dan kemandirian pangan, (ii) diversifikasi pangan berbasis sumber
daya lokal, (iii) konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan),
dan (iv) menjaga kelestariannya melalui kebun bibit desa menuju (v) peningkatan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Walang
sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan hama utama pada padi yang menyerang
dengan cara menghisap cairan bulir padi pada fase masak susu. Kerusakan yang
ditimbulkan walang sangit menyebabkan bulir gabah menjadi hampa beras berubah
warna dan mengapur. Fase tanaman padi yang rentan terserang hama walang sangit
adalah saat tanaman padi mulai keluar malai sampai fase masak susu.
Waktu dan Tempat
Kegiatan
praktek penyuluhan pertanian dilakukan pada tanggal 30 November – 01 Desember
2013 bertempat di Kelompok Tani Mukti Desa Pagelaran dan di Kelompok Tani
Makmur Desa Suka Makmur Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor.
Metode Pelaksanaan
Dalam
kegiatan praktek penyuluhan pertanian yaitu dengan menggabungkan beberapa
metode antara lain metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab dan
metode demonstrasi cara.
Hasil Dan Pembahasan
Hasil :
Prinsif
KRPL Dibangun dari kumpulan rumah tangga yang mampu mewujudkan kemandirian
pangan melalui pemanfaatan “Pekarangan”, dapat melakukan upaya diversifikasi
pangan berbasis sumberdaya lokal dan sekaligus pelestarian tanaman pangan untuk
masa depan, serta tercapai pula upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Rumah Pangan Lestari – RPL Tempat tinggal
bagi keluarga atau rumah tangga yang memanfaatkan pekarangan secara intensif melalui
pengelolaan sumberdaya alam lokal secara bijaksana sehingga menjamin
kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas,
nilai dan keanekaragamannya. Diwujudkan
dalam satu Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Dusun/kampung yang telah
menerapkan prinsif Rumah Pangan Lestari dengan menambahkan intensifikasi
pemanfaatan pagar hidup, jalan desa dan fasilitas umum, lahan terbuka hijau, serta mengembangkan
pengolahan dan pemasaran hasil. Satu kawasan harus menentukan komoditas pilihan
yang dapat dikembangkan secara komersial. Menjamin keberlanjutan usaha
pemanfaatan pekarangan, kawasan dilengkapi dengan kebun benih/bibit yang
dikelola masyarakat secara partisipatif.
Dalam
kegitan praktik penyuluhan pertanian di kelompok tani tani mukti kegiatan yang
dilaksanakan adalah sosialisasi tentang Model Kawasan Rumah Pangan lestari.dimana
dalam kegiatan ini para anggota kelompok tani diberi teknologi pemanfaatan
lahan pekarangan mereka dengan teknologi yang sederhana dan ramah lingkungan. Adapun
uraian materi yang di berikan yaitu memberikan pengertian apa itu pekarangan.
Dalam kegiatan ini pekarangan adalah lahan yang berada di sekitar rumah yang
bisa dimanfaatkan untuk ditanami sayuran, buah-buahan, ternak dan kolam ikan
untuk memenuhi gizi keluarga, memelihara
kesehatan, sumber penghasilan sampingan serta memperindah lingkungan
disekitar rumah. Selain itu juga memberikan pengetahuan kepada kelompok tani
jenis-jenis sayuran apa saja yang bisa dikembangkan dalam pemanfaatan lahan
pekarangan mereka. Adapun jenis sayuran yang bisa dikembangkan antara lain
Kacang panjang; Bayam; Kangkung; Terung;
Paria; Labu; Gambas; Beluntas; Kecipir; Kemangi; Mentimun;
Cabe; Seledri;
Selada,bawang daun; Tomat; dan lain-lain.
Model Budidaya Basis Komoditas Vertikultur
(model gantung, tempel, tegak, rak) , Pot/ polibag , Benih/bibit •
Disamping
itu juga dalam kegiatan ini para anggota kelompok tani di berikan contoh
penataan pekarangan untuk manfaatkan sebagai lahan menanam sayuran serta
memberikan wawasan dalam penataannya agar pekarangan termanfaatkan secara
optimal.
Selain
itu juga para anggota kelompok tani diberikan teknologi untuk memanfaatkan
limbah rumah tangga untuk dijadikan kompos serta memanfaatkan botol dan kaleng
bekas untuk media tanam serta memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar rumah
meraka untuk dimanfaatkan sebagai media tanam. Pemanfaatan bamboo sebagai
tempat atau rak untuk menyusun polibeg atau media tanam lainnya agar pekarangan
menjadi indah dan rapi.
Dalam
kegiatan penyuluhan pertanian tentang pengendalian hama walang sangit di
kelompok tani makmur desa Suka Makmur Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor hasil
penyampain materi tentang pengendalian hama walang sangit terdapat beberapa
cara pengendalian yang dapat diterapkan dan telah terbukti mampu mengendalikan
walang sangit di lapangan, antara lain :
Ø Pengendalian dengan sanitasi
lingkungan
Ø Pengendalian secara kultur teknik
Ø Pengendalian secara biologi
Ø Pengendalian berdasarkan perilaku
serangga
Ø Pengendalian dengan bahan tanaman yang
menghasilkan bau penolak Walang sangit
Walang
sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan hama utama pada padi yang menyerang
dengan cara menghisap cairan bulir padi pada fase masak susu. Kerusakan yang
ditimbulkan walang sangit menyebabkan bulir gabah menjadi hampa beras berubah
warna dan mengapur. Fase tanaman padi yang rentan terserang hama walang sangit
adalah saat tanaman padi mulai keluar malai sampai fase masak susu.
Cara
menyerang walang sangit pada tanaman padi :
Ø Aktif pada pagi dan sore hari
Ø Menyerang bulir pada saat masak susu.
Ø Menyerang dengan cara menusuk dan
menghisap cairan bulir sehingga bulir menjadi hampa atau separuh hampa.
Ø Apabila merasa terganggu atau dalam
bahaya akan mengeluarkan bau yang tidak sedap untuk mempertahankan diri.
Gejala
serangan yang disebabkan oleh walang sangit :
Ø Fase padi yg rentan adalah mulai
keluarnya malai hingga masak susu.
Ø Ada bekas tusukan berupa bintik
berwarna abu-abu kekuning-kuningan
Ø Disekeliling bekas tusukan lama
kelamaan berubah berwarna coklat.
Ø Kerusakan yg terjadi ialah gabah
menjadi hampa, beras berubah warna dan mengapur.
Ø Terdapat 5 ekor walang sangit pada
tiap 9 rumpun tanaman akan merugikan hasil sebesar 15%, sedangkan 10 ekor pada
9 rumpun tanaman akan mengurangi hasil sampai 25%.
Pengendalian
walang sangit
Ø Membersihkan gulma pada pematang,
pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi, karena walang sangit datang di
pertanaman sebelum tanaman padi berbunga dan hidup pada gulma
Ø Memasang perangkap dengan menggunakan
yuyu (kepiting sungai) yang dihancurkan kemudian dioleskan pada kain dan direntangkan
di pertanaman, setelah berkumpul di kain kemudian disemprot dengan insektisida.
Ø Menggunakan insektisida kimia (dengan
bahan aktif yang dianjurkan) bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi yaitu
10 ekor/20 rumpun.
Pengendalian
dengan bahan kimia (pestisida), pengendalian walang sangit dengan bahan kimia
(pestisida) ini dapat di lakukan apabila keberdaan populasi hama sudah sampai
pada ambang pengendalian yaitu 6 ekor walang sangit /m2. Pestisida yang di
gunakan harus yan terdaftar dan di ijinkan untuk pertanaman padi, di
aplikasikan pada saat periode masak susu dan tetap mengacu pada 6 tepat
penggunaan pestisida (tepat jenis, dosis/konsentrasi, sasaran, waktu, tempat
dan cara aplikasinya).
Dengan
mengendalikan keberadaan walang sangit sejak dini, sejak pertanaman padi
memasuki periode masak susu, maka produksi gabah akan dapat diselamatkan
kuantitas dan kualitasnya. Pertanaman padi yang bebas dari serangan walang
sangit akan menghasilkan produksi gabah yang bermutu baik dan produktifitas yang
optimal. Dengan pengendalian yang optimal terhadap walang sangit akan
dihasilkan beras yang baik, dengan ukuran dan beras bernas, berwarna putih
normal, beraroma wangi khas beras dan berasa enak/tidak pahit.
Pembahasan
Dalam
kegiatan penyuluhan pertanian tentang pemanfaatan lahan pekarangan para anggota
sangat antusias dalam mengikuti pemaparan materi yang disampaikan. Dengan
banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh beberapa anggota tentang
pemanfaatan lahan pekarangan dimana mereka bertanya cara pembuatan rak yang
terbuat dari bambu serta bagaimana memanfaatkan limbah rumah tangga untuk
dijadikan kompos serta penataan kolam ikan yang ideal sehingga bisa ditanami
sayuran.
Dalam
hal ini kelompok kami menjawab bagaimana cara membuat rak yang terbuat dari
bambu, mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos dan penataan kolam agar
dapat dimanfaatkan untuk ditanami sayuran. Dalam pembuatan rak yang terbuat
dari bambu hal yang utama adalah menyediakan bahannya yaitu bambu, paku, tali
karet serta alat yang digunakan adalah gergaji, parang dan martil. Setelah
bahan tersedia lalu membuat model atau rancangan rak yang akan dibikin dalam
hal ini rak di buat menjadi 3 susun, seperti tangga, dengan ukuran pertama 50
cm, 70 cm dan 100 cm dengan panjang 200 meter atau disesuaikan dengan lahan
pekarangan yang dimiliki. Setelah semua sudah diukur lalu potongan-potongan bambu
di susun dan di gabung satu persatu sehingga model yang diinginkan dapat
terwujud. Setelah rak selesai dibikin siap untuk di gunakan untuk menyusun
polibeg agar keliahatan rapid an memiliki seni keindahan dan tanaman dalam
polibeg aman dari serangan binatang yang ada disekitar lingkungan rumah serta
rak mudah dipindahkan ketempat yang lain.
Untuk
pembutan kompos dari limbah rumah tangga anggota kelompok disarankan untuk
mengumpulkan sisa-sisa sayuran yang sudah tidak dimanfaatkan untuk dijadikan
kompos, dengan memasukan bekas-bekas sayuran kedalam wadah kemudian ditutup
rapat sampai 1 minggu setelah itu bisa dicampur pupuk kandang untuk ditaburkan
atau untuk campuran media tanam serta memanfaatkan hasil air bekas cucian beras
sebagi pupuk cair. Selain itu juga para anggota kelompok tani bisa memanfaatkan
bungkus bekas detergen sebagai pengganti polibeg dan memanfaatkan kaleng atau
bekas botol air mineral sebagai tempat media tanam yang ramah lingkungan.
Dalam
memanfatkan kolam ikan agar bisa ditanami syuran para anggota kelompok tani
disarankan untuk menanam sayuran di polibeg sehingga bisa disusun dan tidak
banyak memakan tempat, selain itu juga bisa membuat rak yang didisain sesuai
tempatnya untuk menyusun polibeg atau media tanam lainnya. Hal ini bertujuan
agar para anggota kelompok tani mendapatkan penghasilan tambahan guna memenuhi
kebutuhan gizi keluarganya.
Dalam
kegiatan penyuluhan pertanian tentang pengendalian hama walang sangit para
peserta sangat antusias dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh penyaji.
Hal ini membuat wawasan dan pengetahuan para anggota kelompok tani tentang hama
walang sangit dimana sebelumnya para anggota kelompok tani tidak mengetahui
serangan walang sangit dan gejala serangannya.
Beberapa
anggota kelompok tani menanyakan pengendalian dengan cara mengunakan pestisida
nabati karena selama ini para petani dalam pengendalian hama walang sangit
menggunakan pestisida kimia yang sangat berbahaya tanpa menggunakan dosis yang
tepat. Disamping itu juga para anggota kelompok tani menanyakan tentang cara pengendalian
secara kultur teknik dan dalam memberikan pengertian tentang apa itu kultur
teknik kelompok kami menjelaskan tentang pengendalian kultur teknik yaitu pengendalian
ini dilaksanakan dengan mengatur pola tanam padi. Untuk mengendalikan
keberadaan walang sangit di lapangan, hendaknya dilakukan penanaman padi secara
serentak pada hamparan yang luas. Pada saat padi menjelang musim berbunga,
walang sangit akan datang dan berkembang biak satu generasi sebelum pertanaman
padi tersebut dipanen. Banyaknya generasi walang sangit dalam satu hamparan
pertanaman padi tergantung pada selisih waktu tanam pada hamparn tersebut.
Semakin serempak penanaman padi dilakukan semakin sedikit jumlah generasi
walang sangit pada hamparan tersebut, dengan demikian selisih waktu tanam dalam
satu hamparan tidak boleh lebih dari 2,5 bulan. Selain itu dapat pula diberikan
tanaman perangkap, berupa tanaman padi yang ditanam dalam pot-pot, yang ditanam
beberapa hari sebelum penanaman padi di hamparan yang luas. Tanaman perangkap
tersebut akan lebih dulu memasuki masa berbunga dan pengisian bulir padi/gabah
(periode masak susu), sehingga walang sangit akan lebih dulu berkunjung dan
menyerang tanaman padi dalam pot tersebut, untuk selanjutnya akan lebih mudah
menangkap dan mengendalikan walang sangit pada tanaman tersebut.
KESIMPULAN
Model
Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah rumah yang memiliki pekarangan yang cukup
untuk dimanfaatkan secara intensif melalui penanaman tanaman pangan yang
produktif bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan mengacu pada
prinsip ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan, ketiga
konservasi sumberdaya genetik dan upaya lestari melalui kebun bibit. Prinsif KRPL Dibangun dari kumpulan
rumah tangga yang mampu mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan
“Pekarangan”, dapat melakukan upaya diversifikasi pangan berbasis sumberdaya
lokal dan sekaligus pelestarian tanaman pangan untuk masa depan, serta tercapai
pula upaya peningkatan kesejahteraan keluarga
dan masyarakat.
Walang
sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan hama utama pada padi yang menyerang
dengan cara menghisap cairan bulir padi pada fase masak susu. Kerusakan yang
ditimbulkan walang sangit menyebabkan bulir gabah menjadi hampa beras berubah
warna dan mengapur. Fase tanaman padi yang rentan terserang hama walang sangit
adalah saat tanaman padi mulai keluar malai sampai fase masak susu. Dengan mengendalikan keberadaan walang
sangit sejak dini, sejak pertanaman padi memasuki periode masak susu, maka
produksi gabah akan dapat diselamatkan kuantitas dan kualitasnya. Pertanaman
padi yang bebas dari serangan walang sangit akan menghasilkan produksi gabah
yang bermutu baik dan produktifitas yang optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pertanian. 1995. Pedoman
Pemilihan Metode Penyuluhan. Pertanian.
Pusat Penyuluhan Pertanian.
Jakarta.
Soediyanto Padmowihardjo. 1994. Metode
Penyuluhan Pertanian. Modul. Universitas
Terbuka. Jakarta.
Van Den Bandan HS Hawkins. 1998. Penyuluhan Pertanian. Penerbit
Kanisius.Yogyakarta
Andripriwanda.wordpress.com/2013/.../pengendalian-hama-walang-sangit
(didownload tanggal 16 November , 19.30
WIB WIB )
dinpertan.grobogan.go.id/laboratorium/220-hama.html
(didownload tanggal 17 November , 20.21 WIB)
balittra.litbang.deptan.go.id/prosiding06/Document23.pdf
(didownload tanggal 17 November , 20.30 WIB)
www.gerbangpertanian.com/.../cara-mengendalikan-hama-walang-sangit...
(didownload tanggal 17 November
, 20.35 WIB)
lampung.litbang.deptan.go.id/.../index.php?...article...mkrpl...
(didownload tanggal 18 November
, 19.15 WIB)
www.opi.lipi.go.id/data/.../data/13086710321319802404.makalah.pdf
(didownload tanggal 18 November , 19.20 WIB)
www.slideshare.net/.../manajemen-perbenihan-krpl-bhn-ajar-darmadi-edi.. (didownload tanggal 18 November ,
19.20 WIB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar